MANAJEMEN UMUM

Mengapa Perlu Manajemen?

1. Mencapai tujuan

2. Menjaga keseimbangan diantara tujuantujuan

yang saling bertentangan

3. Mencapai efisiensi dan efektivitas

Efisien : Melakukan sesuatu dengan benar

input output

Efektif : Kemampuan untuk memilih sasaran

yang tepat utk mencapai tujuan

Efektif dan Efisien

• Kamus Besar BI:

• Efektif adalah

1 “ada efeknya”(akibatnya, pengaruhnya,kesannya);

2 “manjur atau mujarab”(obat);

3 “dapat membawa hasil berhasil guna” (usaha, tindakan

4 “mulai berlaku” (undang-undang, peraturan).

• Contohnya Suatu saat atasan kita meminta kita untuk mengerjakan tugas dan kita mengerjakan dan menyelesaikan tugas tersebut misalnya memerlukan waktu satu hari setelah perintah, atau lima hari setelah perintah, atau satu tahun setelah perintah, asal kita mengerjakan tugas tersebut dan tugas tersebut selesai maka kita sudah disebut berlaku efektif

• Kamus Besar BI

Efisien adalah

1 “tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya)

2 “mampu menjalankan tugas dgn tepat dan cermat”; “berdaya guna”; “bertepat guna

• Efisien adalah cara yang tepat, cepat,

akurat untuk mencapai tujuan.

• dititikberatkan pada metode optimize

untuk mencapai tujuan.

• Contohnya : tugas yang diberikan

atasan dapat dikerjakan dan mestinya

selesai dalam satu hari tetapi kita

menyelesaikan dalam lima hari,

berarti kita tidak berlaku efisien.

efisien jika dapat mengerjakan

kurang dari dalam satu hari.

PENGERTIAN DASAR MANAJEMEN

Manajemen adalah suatu proses mengelola mulai dari

merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan

mengendalikan pekerjaan anggota-anggota organisasi dan

proses penggunaan semua sumber daya organisasi untuk

mencapai sasaran (tujuan-tujuan) yang telah ditetapkan (Stoner

& Wankel)

Manajemen adalah proses tertentu yang terdiri dari

kegiatan merencanakan, mengorganisasikan,

menggerakkan sumber daya manusia dan sumber

daya lain untuk mencapai tujuan yg telah ditetapkan

(Terry, GR)

PENGERTIAN MANAJEMEN

Manajemen dalam bahasa inggris “to manage”

artinya mengurus, membimbing dan

mengawasi.

Organization

• Organization

– A systematic arrangement of people brought together to accomplish some specific purpose; applies to all organizations—for-profit as well as not-for-profit organizations.

– Where managers work (manage).

• Common characteristics

– Goals

– Structure

– People

Keberhasilan Organisasi

• Mampu tidaknya manajer menjalankan fungsi

manajemennya

• Tersedianya tenaga operasional yg trampil

sesuai dengan bidangnya

• Tersedianya anggaran yg memadai

• Tersedianya sarana & prasarana kerja

• Adanya mekanisme kerja yg sesuai

• Iklim kerja yg positif

Management Processes

• Merupakan cara sistematis untuk melakukan

pekerjaan

P = PLANNING

O = ORGANIZING

L = LEADING

C = CONTROLING

Proses terdiri dari :

P = PLANNING

O = ORGANIZING

A = ACTUATING

C = CONTROLING

Arti Manajemen

MANAJEMEN

•PERENCANAAN

•PENGORGANISASIAN

•PENGARAHAN

•PENGAWASAN

ANGGOTA

ORGANISASI

TUJUAN

ORGANISASI

STRATEGIC

PROSES

Management Processes (cont’d)

• Planning

– mendefinisikan tujuan, membangun strategi, dan

mengembangkan rencana untuk mengkoordinasikan

seluruh kegiatan

• Organizing

– menentukan apa tugas-tugas yang harus dilakukan,

siapa yang melakukannya, bagaimana tugas-tugas

harus dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa,

dan dimana keputusan harus dibuat

Management Processes (cont’d)

• Actuating

– memotivasi karyawan, mengarahkan kegiatan orang

lain dalam sebuah tim yang baik.

• Controlling

– Proses pemantauan kinerja, membandingkannya

dengan tujuan, dan mengoreksi setiap penyimpangan

yang terjadi secara signifikan

MANAJEMEN DAN MANAJER

People Differences

• Operatives

– Orang yang bekerja langsung pada pekerjaan atau

tugas dan tidak memiliki tanggung jawab untuk

mengawasi pekerjaan orang lain.

• Managers

– Individu dalam sebuah organisasi yang

mengarahkan kegiatan orang lain.

Manajer didefinisikan sebagai orang yang bertanggung jawab

untuk mengarahkan usaha yang bertujuan membantu

organisasi dalam mencapai sasarannya (stoner, 1996)

Identifying Managers

• First-line managers

– Supervisors responsible for directing the day-to-day

activities of operative employees

• Middle managers

– Individuals at levels of management between the firstline

manager and top management

• Top managers

– Individuals who are responsible for making decisions

about the direction of the organization and establishing

policies that affect all organizational members

Klasifikasi Aktivitas Manajemen

Manajer Fungsional

Manajer Umum

FUNGSI MANAJEMEN BAGI MANAJER

-Fungsi Administratif

lebih berurusan dengan penetapan tujuan dan kemudian

perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian

hingga pengawasan kegi-atan-kegiatan untuk mencapai tujuan

organisasi.

-Fungsi Operatif

lebih mencakup kegiatan memotivasi, supervisi dan komunikasi

dengan para karyawan untuk mengarahkan mereka mencapai hasilhasil

secara efektif.

PERAN MANAJER

Henry Mintzberg (Donelly et al, 1987)

dalam mempelajari aktivitas para manajer puncak

menyimpulkan bahwa hari – hari kerja seorang manajer dipenuhi

dengan berbagai kegiatan yg dpt dikelompokkan dalam 3

macam peran :

_ Peran antarpribadi

_ Peran informasional

_ Peran keputusan

LINGKUNGAN ORGANISASI

Lingkungan Organisasi

Individu atau kelompok yang secara

langsung atau tidak langsung

dipengaruhi atau mempengaruhi cara

sebuah organisasi dalam mencapai

tujuannya (stoner).

Lingkungan Internal &

Lingkungan Eksternal

sebuah organisasi

Pengaruh lingkungan dalam organisasi

Lingkungan internal & eksternal terhadap organisasi

dapat mengidentifikasi,menganalisa, mengevaluasi,mendiagnosa dan bereaksiterhadap kekuatan-kekuatanlingkungan, baik berupakesempatan-kesempatan,resiko-resiko maupunancaman-ancaman, yangmempunyai pengaruh padaoperasi organisasi

 

Lingkungan internal

“Variabel-variabel (kekuatan dan kelemahan) yang ada di dalam organisasi tetapi biasanya tidak dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak

Yaitu :

•Struktur

•Budaya

•Sumber daya

•Pemegang Saham

 

Pengertian….

Struktur

Cara bagaimana perusahaan diorganisasikan yang

berkenaan dengan komunikasi, wewenang, dan arus kerja.

Budaya

Sekumpulan keyakinan, harapan dan nilai yang dipelajari dan

dibagikan oleh anggota-anggota organisasi dan

disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sumber daya

Aset yang merupakan bahan baku bagi produksi barang dan

jasa organisasi., meliputi : karyawan, fasilitas organisasi, dll

Pemegang Saham

Individu/organisasi yang ikut serta memiliki satu atau lebih

saham perusahaan

 

 

 

 

 

 

 

 

LINGKUNGAN

EKSTERNAL

M I K R O

M A K R O

 

LINGKUNGAN

EKSTERNAL MIKRO

1. PESAING ( Competitors)

2. PELANGGAN ( Customers)

3. PASAR TENAGA KERJA ( Labor supply)

4. LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN

5. PARA PENYEDIA (Suppliers)

6. PERWAKILAN-PERWAKILAN PEMERINTAH

 

1. PESAING (Competitors)

DENGAN MEMAHAMI LINGKUNGAN PERSAINGAN YANG

DIHADAPI, ORGANISASI DAPAT MENGETAHUI POSISI

PERSAINGANNYA, SEHINGGA BISA MENGOPTIMALKAN

OPERASINYA.

Tercermin dari :

– Tipe

– Jumlah

– Norma-norma prilaku organisasi

 

2. PELANGGAN (CUSTOMERS)

STRATEGI, KEBIJAKSANAAN PEMASARAN _ TERGANTUNG

SITUASI PASAR DAN LANGGANAN.

MENGANALISA _ PROFIL LANGGANAN, KONDISI PASAR.

MENGANTISIPASI PERUBAHAN PERILAKU PASAR ATAU

LANGGANAN DAN MENGARAHKAN PENGALOKASIAN

SUMBER DAYA SESUAI KEBUTUHAN LANGGANAN.

 

3. PASAR TENAGA KERJA

(LABOR SUPPLY)

KEMAMPUAN MENARIK & MEMPERTAHANKAN

PERSONALIA YANG CAKAP MERUPAKAN

PRASARAT BAGI PERUSAHAAN YANG SUKSES.

TIGA FAKTOR PEMENUHAN TENAGA KERJA:

– Reputasi Perusahaan

– Tingkat pertumbuhan angkatan kerja

– Tersedianya tenaga kerja sesuai persyaratan yg

Dibutuhkan

 

 

 

 

 

 

 

 

4. LEMBAGA KEUANGAN

ORGANISASI-ORGANISASI SANGAT TERGANTUNG PADA

BERMACAM-MACAM LEMBAGA KEUANGAN, SEPERTI

BANK-BANK KOMERSIAL, BANK-BANK INSTANSI,

PERUSAHAAN ASURANSI, PASAR MODAL, UNTUK

MEMPERLUAS KEGIATANNYA.

KEBUTUHAN AKAN DANA DARI LEMBAGA-LEMBAGA

KEUANGAN TERSEBUT DAPAT JANGKA PENDEK ATAU

JANGKA PANJANG.

 

5. PARA PENYEDIA (SUPPLIER)

SUPPLIER _ PEMENUHAN KEBUTUHAN BAHAN

BAKU, BAHAN PEMBANTU, PELAYANAN, ENERGI DAN

PERALATAN, DLL.

ORGANISASI BIASANYA BERHUBUNGAN DENGAN

PARA PENYEDIA MELALUI AGEN ATAU MANAJER

PEMBELIAN.

 

6. PERWAKILAN PEMERINTAH

MENETAPKAN PERATURAN :

_ PROSEDUR-PROSEDUR PERIJINAN, PEMBATASAN,

DLL

 

LINGKUNGAN

EKSTERNAL MAKRO

_ TEKNOLOGI

_ EKONOMI

_ POLITIK – HUKUM

_ SOSIOKULTURAL

 

TEKNOLOGI

Dalam setiap masyarakat atau industri, tingkat

kemajuan teknologi memainkan peranan

berarti pada penentuan produk dan jasa yang

akan diproduksi, peralatan yang akan

digunakan, dan bagaimana bermacam-macam

operasi akan dikelola.

 

Ekonomi

Misal :

• Menganalisa dan mendiagnosa faktor-faktor

ekonomi, seperti kecenderungan inflasi atau

deflasi harga barang-barang dan jasa,

kebijaksanaan moneter

• Melakukan peramalan ekonomi dan antisipasi

perubahan-perubahan harga.

 

 

 

 

Politik – hukum

Batasan-batasan yg ditetapkan oleh pemerintah

bermaksud melindungi konsumen, lingkungan,

ataupun perusahaan, dan menghilangkan

perlakukan tidak adil dalam pembayaran kepada

karyawan.

Contoh : Undang-undang hak patent, undangundang

perpajakan, upah minimum

 

SOSIOKULTURAL

Demografi

Gaya Hidup

Nilai-nilai sosial (Pandangan serta pola kehidupan yg

dibentuk oleh tradisi, pendidikan, kelompok ethnis,

agama dan kepercayaan dari kelompok masyarakat.)

 

DIMENSI INTERNASIONAL

Komponen internasional dalam lingkungan eksternal juga menyajikan kesempatan-kesempatan dan tantangan-tantangan, serta mempunyai potensi menjadi faktor yang berpengaruh langsung pada operasi perusahaan.

Kekuatan-kekuatan internasional ini berpengaruh melalui perkembangan politik dunia, ketergantungan ekonomi, penularan nilai-nilai dan sikap hidup serta transfer teknologi.

 

Wujud kegiatan-kegiatan tersebut antara laian :

Ketergantungan sumber daya impor.

Resesi atau recovery perekonomian dunia.

Persaingan dengan perusahaan multinasional

Manajer hendaknya mampu menganalisa dan mengantisipasi untuk

kemudian meletakkan dasar yang kuat dalam menghadapi perkembangan

dunia internasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketidakpastian Lingkungan

_ Lingkungan dinamis

_ Jika komponen dalam lingkungan organisasi

sering berubah

_ Contoh: industri rekaman

_ Lingkungan Stabil

_ Jika komponen dalam lingkungan organisasi

berubah tapi minimum.

_ Contoh: Zippo

 

Mengelola Hubungan

_ Stakeholder adalah semua unsur dalam lingkungan

yang dipengaruhi oleh keputusan dan kebijakan

organisasi dan yang dapat mempengaruhi organisasi

_ Bagaimana mengelola hubungan?

_ Mengenali stakeholder organisasi

_ Menentukan kepentingan/perhatian thd stakeholder

_ Seberapa menentukan stakeholder bagi keberhasilan

organisasi

_ Menentukan pendekatan khusus pada para

stakeholder

PLANNING

TUJUAN ORGANISASI

TUJUAN :

– Pernyataan yang menterjemahkan tentang misi

– Sifatnya masih global.

SASARAN :

– Lebih terperinci

Tujuan organisasi adalah suatu pernyataan

tentang keadaan yang diinginkan dan akan

direalisasikan oleh organisasi.

Tujuan organisasi berfungsi sebagai

1. PEDOMAN BAGI KEGIATAN

Memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa yang

harus dan tidak dilakukan.

2. SUMBER LEGITIMASI

Merupakan sumber legitimasi bagi perusahan merlalui pembenaran

kegiatan-kegiatannya dan mendapatkan dukungan dari lingkungannya..

3. STANDAR PELAKSANAAN

Apabila tujuan dinyatakan secara jelas dan dipahami, hal ini akan

memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan

organisasi.

4. SUMBER MOTIVASI

Tujuan organisasi dapat berfungsi sebagai sumber motivasi dan

identifikasi karyawan yang penting.

5. DASAR RASIONAL PENGORGANISASIAN.

Dinyatakan secara sederhana.

Tujuan dalam Proses Perencanaan

Tujuan (Goals) pada dasarnya adalah hasil akhir

yang diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh

individu, kelompok atau seluruh organisasi.

Rencana (Plans) adalah segala bentuk konsep dan

dokumentasi ttg bagaimana tujuan akan dicapai

PROSES PERENCANAAN

Perencanaan adalah sebuah proses yang dimulai dari

penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk

pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh,

serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh

untuk mengintegrasikan dan mengkordinasikan seluruh

pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi

Manfaat Perencanaan

1. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan

perubahan lingkungan.

2. Memudahkan pemahaman manajer terhadap keseluruhan

gambaran kegiatan.

3. Pembagian tanggung jawab lebih cepat.

4. Dapat memberikan perintah dengan tepat

5. Memudahkan koordinasi antar bagian organisasi.

6. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, sehingga

dapat menghemat dana, waktu dan usaha.

Kelemahan Perencanaan

• Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin

berlebihan dalam pelaksanaan nyata.

• Perencanaan cenderung menunda kegiatan.

• Membatasi inisiatif dan inovatif.

• Cara-cara pelaksanaan perencanaan kadang-kadang

tidak konsisten.

Persyaratan Perencanaan

Faktual dan Realistis

Logis dan Rasional

Fleksibel

Komitmen

Komprehensif atau

Menyeluruh

Tahapan Perencanaan

_ Menetapkan tujuan / serangkaian tujuan

_ Merumuskan keadaan saat ini

_ Mengidentifikasikan kemudahan & hambatan

_ Mengembangkan rencana / serangkaian

kegiatan untuk pencapaian tujuan

Perencanaan yg baik :

_ Kegunaan (fleksibel, berkesinambungan)

_ Ketepatan dan Obyektivitas (nyata dan akurat).

_ Ruang Lingkup (seberapa luas? Mencakup apa saja,

bagaimana hubungan kegiatannya?)

_ Efektifitas biaya.

_ Akuntabilitas (tanggung jawab perencanaan dan

implementasi)

_ Ketepatan waktu.

Hambatan Perencanaan efektif

_ ketidaksediaan dan ketidakmampuan

perencana untuk melakukan kegiatan

perencanaan

_ keengganan para anggota organisasi untuk

menerima perencanaan dan dampak

perubahan yang ditimbulkan

 

Proses Perencanaan (Lanjutan)

Masalah dapat diketahui dari :

  • Pengalaman masa lalu
  • Ketidaksesuaian dengan rencana
  • Dari orang lain
  • Prestasi pesaing

 

Decision Making

  • Decision

Making a choice from two or more alternatives.

  • Decision making process

A set of eight steps that includes identifying a problem, selecting a solution, and evaluating the effectiveness of the solution.

  • Problem

A discrepancy between an existing and a desired state of affairs.

  • Decision Criteria

Factors that are relevant in a decision.

 

Decision Making Process

  • Step 1  : Identifying a Problem
  • Step 2  : Identifying Decision Criteria
  •  Step 3 : Allocating Weights to the Criteria
  • Step 4  : Developing Alternatives
  • Step 5  : Analyzing Alternatives
  • Step 6  : Selecting an Alternative
  • Step 7  : Implementing the Alternative
  • Step 8  : Evaluating Decision Effectiveness

 

 

Step 1 : Identifying a Problem

  • Problem

Perbedaan antara dan yang sudah ada. Untuk mengidentifikasi masalah, manajer harus mengenali dan memahami masalah tersebut.

  • Characteristics of problems:

1. Suatu masalah menjadi masalah ketika seorang manajer menjadi sadar akan hal

itu.

2. Ada tekanan untuk memecahkan masalah.

3. Manajer harus memiliki kewenangan, informasi, maupun sumber daya yang

dibutuhkan untuk memecahkan masalah.

 

Step 2: Identifying Decision Criteria

  • Biaya yang akan dikeluarkan (investasi yang dibutuhkan).
  • Adanya risiko (kemungkinan kegagalan).

 

Step 3: Allocating Weights to the Criteria

  • Kriteria keputusan itu tidak sama pentingnya:

1. Menetapkan bobot untuk setiap item.

2. Menempatkan item dalam urutan prioritas yang benar pentingnya.

 

Step 4: Developing Alternatives

  • Identifying viable alternatives

ü  Alternatives are listed (without evaluation) that can resolve the problem.

 

Step 5: Analyzing Alternatives

  • Appraising each alternative’s strengths and weaknesses.

ü  Each of the alternatives must now be critically analyzed by evaluating it against the criteria established in Steps 2 and 3.

 

Step 6: Selecting an Alternative

  • Choosing the best alternative

ü  The alternative with the highest total weight is chosen.

Step 7: Implementing the Alternative

  • The selected alternative must be implemented by effectively communicating the decision to the individuals who will be affected by it and winning their commitment to the decision.

 

Step 8: Evaluating Decision Effectiveness

  • This last step in the decision-making process assesses the result of the decision to determine whether or not the problem has been resolved.

 

Types of Problems and Decisions

  • Structured Problems

ü  Involve goals that clear.

ü  Are familiar (have occurred before).

ü  Are easily and completely defined—information about the problem is available and complete.

  • Programmed Decision

ü  A repetitive decision that can be handled by a routine approach.

  • Unstructured Problems

ü  Problems that are new or unusual and for which information is ambiguous or incomplete.

ü  Problems that will require custom-made solutions.

  • Nonprogrammed Decisions

ü  Decisions that are unique and nonrecurring.

ü  Decisions that generate unique responses.

Types of Programmed Decisions

  • Policy

ü  A general guideline for making a decision about a structured problem.

(ex. Accept all customerreturned merchandise.)

  • Procedure

ü  A series of interrelated steps that a manager can use to respond (applying a policy) to a structured problem.(ex. Follow all steps for completing merchandise return documentation)

  • Rule

ü  An explicit statement that limits what a manager or employee can or cannot do.(ex. Managers must approve all refunds over $50.00)

 

Decision-Making Conditions

  • Certainty

ü  A situation in which a manager can make an accurate decision because the outcome of every alternative choice is known (inf. Akurat, dapat diukur, dapat diandalkan)

  • Risk

ü  A situation in which the manager is able to estimate the likelihood (probability) of outcomes that result from the choice of particular alternatives.

  • Uncertainty

ü  Limited information prevents estimation of outcome probabilities for alternatives associated with the problem and may force managers to rely on intuition, hunches, and “gut feelings”. (inf. Kurang lengkap, kondisi eksternal)

 

Characteristics of an Effective Decision-Making Process

  • It focuses on what is important.
  • It is logical and consistent.
  • It acknowledges both subjective and objective thinking and blends analytical with intuitive thinking.
  • It requires only as much information and analysis as is necessary to resolve a particular dilemma.
  • It encourages and guides the gathering of relevant information and informed opinion.
  • It is straightforward, reliable, easy to use, and flexible.

 

Pengambilan Keputusan yg Efektif

1. Memahami perbedaan budaya.                    3. Gunakan proses pengambilan

2. Tahu kapan saatnya untuk berhenti.            4. Keputusan yang efektif.

PENGORGANISASIAN

Proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi dan sumber daya yang dimilikinya.

Konsep dasar pengorganisasian :

  • Manajer mengalokasikan keseluruhan sumber daya organisasi sesuai dengan rencana yang dibuat.
  • Kerangka kerja dinamakan desain organisasi.

 

Tujuan pengorganisasian :

  • Membagi pekerja yang harus dilakukan ke sejumlah departemen.
  • Menetapkan garis wewenang.
  • Mengalokasikan & menggunakan secara efektif sumber daya organisasi.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur organisasi :

  • Strategi
  • Skala organisasi
  • Teknologi
  • Lingkungan

 

Empat pilar pengorganisasian :

  1. 1.      Pembagian kerja (division of work) / spesialisasi kerja

Untuk menyederhanakan seluruh kegiatan yg telah disusun dalam proses perencanaan mennjadi lebih spesifik.

 

 

  1. 2.      Pengelompokan pekerjaan (departmentalization)

Setelah dispesifikasi, lalu dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu yang sejenis.

Tipe departementalisasi :

  • Berdasarkan Fungsional

(+) spesialisasi yang mendalam.

(+) efisiensi dengan meletakan orang – orang sesuai keahlian.

(+) pengetahuan orientasi yang sama.

(-) komunikasi yang buruk diantara bidang fungsional.

(-) pandangan yang terbatas tentang sasaran organisasi.

  • Berdasarkan geografi

(+)  penanganan yg lebih efektif dan efisiensi terhadap masalah regional yang muncul.

(+) melayani kebutuhan pasar geografis dengan lebih baik .

(-) duplikasi fungsi.

(-) merasa terisolasi dari wilayah organisasi lainnya.

  • Berdasarkan produk

(+) memungkinkan spesialisasi dalam produk atau jasa.

(+) manajer dapat menjadi lebih ahli dalam industri mereka.

(+) lebih dekat degan pelanggan.

(-) duplikasi fungsi

(-) panndangan yang terbatas tentang sasaran organisasi.

  • Berdasakan proses

(+) arus kegiatan kerja yang lebih efisien.

(-) hanya dapat digunakan untuk jenis produk tertentu.

  • Berdasarkan customer

(+) membutuhkan customer dan problem agar dapat menemukan setiap spesialis.

(-) duplikasi fungsi.

 

  1. 3.      Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (Hierarchy)
  • Hierarcy : proses penentuan relasi antar bagian dalam organisasi, baik vertical / horizontal.
  • Konsep hierarcy :
    • Rantai komado : garis perintah dalam suatu organisasi.
    • Rentang kendali : kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara efektif yang sebagian besar tergantung jumlah bawahan yang melapor kepadanya.
  • Faktor rentang kendali :
    • Keahlian dan kemampuan manajer
    • Karakteristik karyawan
    • Sifat pekerjaan yang sedang dikerjakan
    • Kesamaan tugas
    • Standarisasi pekerjaan yang ditetapkan.
  • Sentralisasi : penngambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik dalam organisasi
  • Desentralisasi : tingkat dimana karyawan tingkat bawah memberikan masukan – masukan yang benar.

KOORDINASI

3 Macam Saling Ketergantungan

(D. Thompson)

• Saling ketergantungan yang menyatu

• Saling ketergantungan yang berurutan

• Saling ketergantungan timbal balik

Masalah-masalah

Pencapaian Koordinasi yg Efektif

– Perbedaan orientasi terhadap tujuan tertentu

– Perbedaan dalam orientasi waktu

– Perbedaan dalam orientasi antar pribadi

(Paul R. Lawrence & Jay W. Lorch)

– Perbedaan dalam formalitas struktur

Desain Organisasi Tradisional

• Struktur Sederhana

– Struktur organisasi dengan departementalisasi rendah,

rentang kendali luas, wewenang terpusat dan

formalisasi rendah.

• Struktur Fungsional

– Struktur organisasi yang mengelompokkan spesialisasi

pekerjaan yang serupa dalam satu kelompok.

• Struktur Divisional

– Struktur organisasi yang terdiri atas unit atau divisi yg

terpisah atau semi otonom.

Pendekatan-pendekatan untuk

Koordinasi yg Efektif

• Pendekatan pertama

Hanya menggunakan teknik-teknik manajemen dasar

(rencana & tujuan, hirarki manajemen, aturan/prosedur)

• Pendekatan kedua

Meningkatkan koordinasi potensial (sistem informasi

vertikal & horisontal/lateral)

• Pendekatan ketiga

Mengurangi kebutuhan akan koordinasi (penciptaan

sumberdaya tambahan, penciptaan tugas mandiri)

Kekuatan dan Kelemahan Desain

Organisasi Tradisional Umum

• Struktur Sederhana

– Kekuatan : Cepat, fleksibel, pertangungjawabannya jelas

– Kelemahan : Tidak memadai ketika organiasasi berkembang,

Ketergantungan pada satu orang

• Struktur Fungsional

– Kekuatan : Keunggulan penghematan biaya dari spesialiasi

– Kelemahan : Mengejar tujuan fungsional dapat menyebabkan para

manajer kehilangan pandangan yg terbaik bagi keseluruhan

organisasi, sedikit memahami apa yang dilakukan oleh unit

lainnya

• Struktur Divisional

– Kekuatan : berfokus pada hasil

– Kelemahan : kegiatan dan sumber daya rangkat meningkatkan

biaya dan mengurangi efisiensi

Delegasi dan Wewenang

Pengertian Kekuasaan (Power)

  • Kekuasaan atau power berarti suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang atau merubah orang atau situasi
  • Kekuasaan dapat berkonotasi positif maupun negative

 

Wewenang dalam sebuah organisasi

  • Wewenang adalah kuasa untuk menjalankan kuasa kebijaksanaan dalam mengambil keputusan – keputusan secara tepat.
  • Kekuasaan adalah kemampuan individu atau kelompok untuk mempengaruhi keyakinan atau tindakan orang atau kelompok lain.

 

  • Wewenang merupakan kekuasaan yang sah dalam organisasi
  • Bersumber dari sistem hak dan kewajiban saat jabatan diterima.
  • Wewenang tanpa kekuasaan atau kekuasaan tanpa wewenang akan menyebabkan konflik dalam organisasi.

 

 

 

 

 

Sumber Kekuasaan :

  1. 1.      Kekuasaan balas jasa (reward power)

Berasal dari sejumlah balas jasa positif (uang, perlindungan, perkembangan karier). Yang diberikan kepada pihak penerima untuk melaksanakan perintah.

 

  1. 2.      Kekuasaan paksaan (coercive power)

Berasal dari perkiraan yang dirasakan orang bahwa hukuman (dipecat, ditegur) akan diterimanya bila mereka tidak melaksanakan perintah pimpinan.

  1. 3.      Kekuasaan sah (legitimate power)

Berkembang dari nilainilai intern yang mengemukakan bahwa seseorang pimpinan mempunyai hak sah untuk mempengaruhi bawahan.

 

  1. 4.      Kekuasaan pengendalian informasi (control-ofinformatian power)

berasal dari pengetahuan dimana orang lain tidak mempunyainya. Cara ini digunakan dengan pemberian atau penahanan informasi yang dibutuhkan.

 

  1. 5.      Kekuasaan panutan (referent power)

didasarkan atas identifikasi orang-orang dengan seorang pimpinan dan menjadikan pemimpin itu sebagai panutan atau simbul. Karisma pribadi, keberanian, simpatik, dan sifat-sifat lain adalah faktor-faktor penting dalam kekuasaan panutan.

 

  1. 6.      Kekuasaan ahli (expert power)

merupakan hasil dari keahlian atau ilmu pengetahuan seorang pemimpin dalam bidangnya dimana pemimpin tersebut ingin mempengaruhi orang lain.


 

Jenis Kewenangan

Kewenangan Lini

Fungsi Lini      : Bertanggung jawab langsung atas tercapainya tujuan perusahaan

Wewenang      : Didasarkan pada kekuasaan yang sah

 

Kewenangan Staff dan Fungsional

 Fungsi staff    : Membantu agar lini bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan

Wewenang      : Didasarkan pada kekuasaan keahlian

Wewenang Fungsional

Wewenang fungsional : wewenang anggota staff departemen untuk mengendalikan aktifitas departemen lain karena berkaitan dengan tanggung jawab staff khusus.

 

Tanggung Jawab (Responsibility)

  • Kewenangan dan Tanggung Jawab

Manajer yang diberi wewenang menyadari terdapat tanggung jawab dalam setiap kewenangan, dan menjalankan tanggung jawab tersebut.

  • Kewenangan vs Tanggung Jawab

Manajer yang diberi wewenang menyadari terdapat tanggung jawab dalam setiap kewenangan, dan cenderung menghindar dari tanggung jawab tersebut.

 

Pelimpahan wewenang

            Delegasi atau pelimpahan wewenang adalah proses pengalihan tugas kepada orang lain yang sah atau terlegitimasi (menurut mekanisme tertentu dalam organisasi) dalam melakukan berbagai aktifitas yang ditujukan untuk pencapaian tujuan organisasi yang jika tidak dilimpahkan akan menghambat proses pencapaian tujuan tersebut.

 

 

Alasan Pendegelasian :

1. Pendelegasian memungkinkan manajer dapat mencapai lebih dari bila mereka menangani setiap tugas sendiri.

2. Pendelegasian memungkinkan manajer dapat memusatkan tenaganya pada tugas-tugas yang lebih penting.

3. Pendelegasian memungkinkan bawahan untuk tumbuh dan berkembang, bahkan dapat digunakan sebagai alat untuk belajar dari kesalahan.

4. Pendelegasian sangat diperlukan sebab manajer tidak selalu mempunyai semua pengetahuan yang dibutuhkan dalam membuat keputusan.

 

Alasan manajer gagal mendelegasikan

  • Manajer merasa lebih bila mereka tetap mempertahankan hak pembuat keputusan
  • Manajer tidak bersedia menghadapi resiko bahwa bawahan akan melakukan wewenangnya dengan salah dan gagal
  • Manajer tidak atau kurang percaya akan kemampuan bawahannya
  • Manajer merasa bahwa bawahan lebih senang tidak mempunyai hak pembuat keputusan yang luas
  • Manajer takut tersaingi bawahannya atau manajer sama sekali tidak mempunyai kemampuan manajerial untuk mendelegasikan tugasnya

 

Sikap pribadi manajer terhadap pendelegasian

  • Kesediaan untuk memberi kesempatan & menerima
  • Kesediaan untuk melepaskan
  • Kesediaan untuk membiarkan orang lain membuat kesalahan
  • Kesediaan untuk mempercayai bawahan
  • Kesediaan untuk menetapkan dan menggunakan pengendalian yang luas

 

 

 

Hambatan-hambatan proses pendelegasian tidak semuanya berasal dari manajer. Bawahan mungkin juga menolak adanya delegasi wewenang.

  1. 1.      Delegasi berarti bawahan menerima tambahan tanggung jawab. Lebih mudah pergi ke manajer untuk memecahkan masalah daripada membuat keputusan sendiri.
  2. 2.      Selalu ada perasaan bahwa bawahan akan melaksanakan wewenang barunya dengan salah dan menerima kritik.
  3. 3.      Banyak bawahan kurang mempunyai kepercayaan diri dan merasa tertekan bila dilimpahi wewenang pembuatan keputusan yang lebih besar.

 

Penanggulangan hambatan delegasi

  1. 1.      Persyaratan utama adalah kesediaan manajemen untuk memberikan kepada bawahan kebebasan yang sesungguhnya untuk melaksanakan tugas yang dilimpahkan kepadanya.
  2. 2.      Manajer harus menerima perbedaan cara pemecahan masalah dan kemungkinan bawahan akan membuat kesalahan dalam pelaksanaan tugasnya.
  3. 3.      Kesalahan bawahan seharusnya tidak menyebabkan manajer mengurangi delegasi, tetapi memberikan latihan atau dukungan yang lebih kepada bawahan.
  4. 4.      Pengembangan komunikasi antara manajer dengan bawahan akan meningkatkan saling pengertian dan membuat delegasi menjadi efektif.

 

Pendelegasian yang Efektif (Koontz & O’Donnell (dalam Reksohadiprodjo, 1992)

  • Rencana dan kebijakan harus jelas
  • Tanggung jawab & wewenang dibatasi sesuai dengan apa yang diharapkan
  • Seleksi orang yang akan diberi wewenang
  • Komunikasi terbuka
  • Adanya sistem pengawasan

 

Sentralisasi dan Desentralisasi

Sentralisasi : Pemusatan kekuasaan & wewenang pada tingkatan atas suatu organisasi

Desentralisasi : Penyebaran atau pelimpahan secara meluas kekuasaan dan pembuatan keputusan ke tingkatan – tingkatan organisasi yang lebih rendah.

Faktor – faktor derajat desentralisasi

  • Falsafah manajemen
  • Dinamika bisnis → semakin besar & kompleks, cenderung desentralisasi
  • Penyebaran geografis organisasi
  • Keanekaragaman produk/jasa
  • Tersedianya manajer yang berkualitas
  • Teknik-teknik pengendalian
  • Pengaruh lingkungan

PENGARAHAN

Personalia Organisasi :

Yang terpenting dalam organisasi adalah dari SDM, karena kalau SDM bagus meskipun modal sedikit maka investasi akan tetap berkembang.

©     Fungsi Personalia :

–         Berkenaan dengan penarikan, penempatan, pemberian latihan dan pengembangan anggota organisasi.

–         Strategi organisasi untuk terus menerus berkompetisi.

–         Nilai organisasi : membuat organisasi berkinerja tinggi dengan sdm yang memiliki kinerja tinggi.

©     Fungsi proses penyusunan personalia :

–         Memastikan bahwa karyawan yang dipilih adalah yang kompeten.

–         Mempertahankan karyawan yang kompete n dan berkinerja tinggi.

–         Memberikan karyawan pengetahuan dan keterampilan yang up-to-date untuk dapat melakukan pekerjaan mereka.

©     Proses penyusunan personalia :

1.     Perencanaan SDM : untuk menjamin keajegan (stabilitas) dan pemunuhan kebutuhan personalia organisasi.

2.     Penarikan : berhubungan dengan pengadaan calon-calon personalia segaris dengan rencaana SDM.

3.     Seleksi : penilaian dan pemilihan diantara calon-calon personalia.

4.     Pengenalan dan Orientasi : masa dimana karyawan yang baru menyesuaikan dengan lingkunganya.

5.     Latihan dan pengembagan : meningkatkan kemampuan seseorang dan kelompok untuk mendorong efektifitas organisasi.

6.     Penilaian pelaksanaan kerja : dengan membandingkan antara pelaksanaan kerja perorangan dan standar yang dikembangkan bagi posisi tsb.

7.     Pemberian balas jasa : sebagai rewards / kompensasi pelaksanaan kerja sebagai motivasi bagi karyawan.

8.     Perencanaan dan pengembangan karier, yang mencakup transfer (promosi), penugasan kembali, pemecatan, pemberhentian atau pensiun.

 

 

©     Perencanaan SDM

o   Faktor Internal

–         Penentuan jabatan yang harus di isi.

o   Faktor Eksternal

–         Pemahaman pasar kerja dimana potensi karyawan ada.

–         Pertimbangan kondisi permintaan dan penawaran karyawan.

©     Proses perencanaan SDM :

Manager memastikan memastikan bahwa mereka memiliki jumlah dan jenis orang di tempat yang tepat, dan pada saat yang tepat, yang mampu secara efektif dan efisien melaksanakan tugasnya.

©     Langkah – langkah dalam perencanaan :

–         Menilai SDM saat ini

–         Menilai kebutuhan masa depan SDM

–         Mengembangkan program untuk memenuhi kebutuhan masa depan

©     Penilaian SDM saat ini :

–         Investarisasi SDM

–         Job analysis : penilaian yang medefinisikan pekerjaan dan perilaku yag diperlukan untuk melakukan pekerjaan . contoh : Pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan

–         Perlu melakukan wawancara, terlibat dalam observasi langsung, dan pengumpulan laporan-diri karyawan dan manajer mereka.

–         Deskripsi Pekerjaan : Sebuah pernyataan tertulis dari pemegang meliputi tugas-tugas, wewenang, tanggung jawab, dan hubungan lini.

–         Spesifikasi Pekerjaan : Sebuah pernyataan tertulis dari kualifikasi minimum yang harus dimiliki seseorang untuk

melakukan pekerjaan yang diberikan berhasil.

©     Recruitment

Dari luar

Kelemahan : mahal dan adanya turn over.

Dari dalam

Keuntungan :

–         Kebijakan promosi memperkuat loyalitas

–         Memberi inspirasi untuk lebih berprestasi

–         Orang yang direkrut sudal mengeal organisasi, budaya dan anggota organisasi

E-recruiting : pembukaan lowongan pekerjaan melalui web site.

Decruitment : pengeluaran karyawan pekerja yang sudah tua.

 

 

©     Selection Process : Proses penyaringan tenaga kerja untuk memastikan bahwa calon yang paling tepat yang akan dipekerjakan.

©     Selection : Cara memprediksi pelamar, sesuai dengan kriteria organisasi.

©     Orientation

o   Work-unit orientation

–         Membiasakan karyawan baru dengan tujuan unit

–         Menjelaskan bagaimana pekerjaannya dapat memberikan kontribusi pada tujuan unit

–         Memperkenalkan karyawan baru dengan rekan kerjanya

o   Organization orientation

–         Menginformasikan tentang tujuan perusahaan, sejarah, filsafat, prosedur dan aturan-aturan dalam organisasi.

–         Melihat seluruh bagian organisasi.

©     Manajemen Kinerja Karyawan

o   Performance Management System : Suatu proses menetapkan standar kinerja dan penilaian kinerja karyawan untuk sampai pada keputusan HR objektif dan untuk menyediakan dokumentasi dalam mendukung keputusan.

©     Compensasi : Kompensasi adalah pemberian kepada karyawan dengan pembayaran finansial sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivator untuk pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datang.

©     Manfaat dari sistem kompensasi yang fair, efektif, dan tepat :

–         Membantu mempertahankan dan menarik karyawan yang berkinerja tinggi.

–         Berdampak pada kinerja strategis organisasi.

Trainning and Development

o   Tujuan:

–         Memperbaiki efektifitas kerja untuk mencapai hasil-hasil kerja yang telah ditetapkan

o   Dilakukan dengan:

–         training/pelatihan : untuk memperbaiki penguasaan ketrampilan dan teknik-teknik pelaksanaan pekerjaan

–         Pengembangan : untuk meningkatan kemampuan secara lebih luas, sikap, dan kepribadian.

©     Fungsi ketiga manajemen penggerakan :

–         Mendapatkan orang-orang yang cakap

–         Mengatakan kepada mereka apa yang ingin kita capai

–         Menerangkan cara mengerjakan

–         Memberikan otoritas

–         Memberikan inspirasi untuk mencapai sasaran

 

©     Kegiatan Actuating:

Adalah proses pengarahan melibatkan kegiatan memotivasi, komunikasi, kepemimpinan.

–         pemilihan orang yang tepat untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan dalam proses pengorganisasian.

–         memberikan instruksi sebaik-baiknya dan mendorong orang untuk bekerja mencapai tujuan yang telah ditentukan.

KEPEMIMPINAN

©     Kepemimpinan: Kemampuan untuk mempengaruhi kelompok menuju pencapaian sasaran.

©     Kekuasaan: Kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar melakukan sesuatu (meskipun tidak diinginkan).

 

©     TEORI KEPEMIMPINAN dan CONTOH TOKOH
Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinanya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan.

Teori Kepemimpinan Berdasarkan Sifat

Di tinjau dari segi sejarah, pemimpin atau kepemimpinan lahir sejak nenek moyang, sejak terjadinya hubungan kerjasama atau usaha bersama antara manusia yang satu dengan dengan manusia yang lain untuk menjapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Jadi kepemimpinan lahir bersama – sama timbulnya peradaban manusia.

 

 

Contoh Tokoh :

Ø Machiavelli
Ia terkenal tentang nasehatnya mengenai kebijaksanaan yang harus dimiliki oleh seorang Perdana Mentri, yaitu antara lain harus mempunyai keahlian dalam :
a. Upacara – upacara ritual, kebaktian keagamaan
b. Peratuaran dan perundang – undangan
c. Pemindahan dan pengangkutan
d. Pemberian honorium/pembayaran dan kepangkatan
e. Upacara – upacara dan adat kebiasaan.
f. Pemindahan pegawai untuk menhindarkan kegagalan
g. Bertani dan pekerjaan lainnya.

©     Interaksi Pemimpin dengan bawahannya

o   Hubungan antara atasan dan bawahan : hubungan saling ketergantungan yg biasanya tidak seimbang

o   Dalam proses interaksi :proses saling mempengaruhi ” corak interaksi

o   Corak interaksi : menentukan derajat keberhasilan kepemimpinan seorang pemimpin

o   Corak interaksi:

–         Kepemimpinan Transaksional : Pemimpin berinteraksi dengan bawahan melalui proses transaksi.

–         Kepemimpinan Transformasional : Interaksi antara atasan dan bawahan ditandai oleh pengaruh atasan untuk mengubah bawahannya untuk menjadi orang yg mampu dan bermotivasi tinggi, dan berupaya mencapai prestasi yg tinggi/bermutu.

KOMUNIKASI

Adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan/informasi dari seseorang ke orang lain.

–         Lisan

–         Body language

–         Tulis

©     Fungsi komunikasi :

–         fungsi kontrol : pengendali perilaku.

–         fungsi motivasi : faktor meningkatkan motivasi.

–          fungsi ekspresi perasaan : penyampai perasaan kepada orang lain.

–         fungsi informasi : penyampai data /informasi, lebih lanjut berguna untuk pengambilan keputusan.

©     Efektifitas komunikasi organisasi

o   Saluran komunikasi formal

–         semakin melebar sesuai  perkembangan dan pertumbuhan organisasi.

–         Menghambat aliran informasi antar tingkat organisasi

o   Struktur organisasi

o   Spesialisasi jabatan

o   Pemilikan informasi (yang memiliki informasi)

©     Tipe saluran komunikasi

o   Komunikasi vertikal

–         Komunikasi ke bawah seperti memberi pegarahan dan informasi.

–         Komunikasi ke atas seperti suplay informasi yang terjadi di tk bawah: laporan periodik, penjelasan.

o   Komunikasi lateral/horizontal

–         Komunikasi antara anggota dalam kelompok yag sama

–         Komunikasi antara departemen pada tingkatan organisasi yang sama.

–         Bersifat koordinatif.

 

 

o   Komunikasi diagonal

 

©     Hambatan komunikasi efektif

o   organisasional

–         Tingkatan hierarki

–         Wewenang manajerial

–         Spesialisasi

o   Hambatan-hambatan antar pribadi

–         Persepsi selektif : penilaian terhadap orang lain

–         Status/kedudukan komunikator

–         Keadaan membela diri : keadaan dimana diri sendirir melakukan pembelaan diri/tidak akan bisa berkomunikasi.

–         Pendengaran lemah

–         Ketidaktepatan penggunaan bahasa

 

PENGAWASAN

Adalah prosesuntuk menjamin bahwa tujuan organisasi dan manajemen tercapai dan bagaimana membuat kegiatan sesuai yang direncanakan.

Pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana.

 

©     Tipe dasar pengawasan :

1.     Pengawasan pendahuluan :

Sifat : aktif

Efektif hanya bila manajer mampu mendapatkan info akurat

dan tepat pada waktunya terhadap perkembangan atau perubahan dalam lingkungan.

2.     Pengawasan berhenti :

Proses dimana proses tertentu dari suatu prosedur harus

disetujui dulu sebelum kegiatan bisa dilakukan.

3.     Pengawasan umpan balik :

Sifat : historis

Mengukur hasil-hasil kegiatan yang telah dilaksanakan.

©     Proses Pengawasan

1.     Penetapan Standar Pelaksanaan (Target penjualan, keselamatan kerja)

o   3 bentuk standar umum :

–         Standar Fisik : Kuantitas barang/jasa, kualitas produk

–         Standar Moneter : biaya kerja, pendapatan

–         Standar waktu : batas waktu produksi

Standar harus ditetapkan secara akurat dan dapat diterima”.

2.     Penetapan Pengukuran Pelaksanaan

o   Berapa kali dilakukan

o   Dalam bentuk apa pengukuran akan dilakukan

o   Siapa yang terlibat

3.     Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan

o   Pengamatan (observasi).

o   Laporan-laporan (lisan / tulis).

o   Metoda otomatis.

o   Inspeksi, Pengujian (test), Pengambilan sampel ” internal auditor.

4.     Perbandingan dan analisa penyimpangan

Ketidaksesuaian antara rencana dan hasil (kegiatan hasilnya).

5.     Pengambilan tindakan koreksi bila diperlukan

standar diubah, pelaksanaan diperbaiki, atau keduanya dilakukan secara bersamaan.

©     Pentingnya Pengawasan

1.     Perubahan lingkungan organisasi

Mampu menghadapi tantangan / memanfaatkan setiap kesempatan.

2.     Peningkatan kompleksitas organisasi

semakin besar organisasi, pengawasan semakin berhati-hati.

3.     Kebutuhan pendelegasian wewenang

 

©     Perancangan Proses Pengawasan

1.     Merumuskan hasil yg diinginkan

o   Sejelas mungkin

o   Dihubungkan dengan individu yg bertanggung jawab

 

 

2.     Menetapkan penunjuk hasil

o   Pengukuran masukan

–         pesanan yg masuk akan menunjukkan volume produksi.

–         Biaya bahan baku yg akan mempengaruhi harga produk

o   Hasil-hasil pada tahap permulaan ” jelek/baik ?

o   Gejala-gejala ” berhubungan dengan hasil akhir (laporan terlambat, tidak terpenuhinya kuota)

3. Menetapkan standar dan penunjuk hasil

4. Menetapkan jaring informasi dan umpan balik atasan dan bawahan

5. Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi

” Pengawasan yg berlebihan akan menimbulkan birokrasi, mematikan kreativitas, dan pada akhirnya merugikan organisasi”.

“ Pengawasan yg kurang akan pemborosan sumber daya & sulit mencapai tujuan”.

©     Ciri – ciri pengawasan efektif :

–         Akurat

–         Tepat waktu

–         Obyektif

–         Terpusat pd titik-titik pengawasan strategik

–         Realistik secara ekonomis & organisasional

–         Terkoordinasi

–         Fleksibel terhadap ancaman dan kesempatan Bersifat sebagai penunjuk dan operasional

–         Diterima oleh seluruh anggota organisasi

 

©     Metoda Pengawasan

o   Kualitatif (kata-kata) : pengawasan dengan deskrip (dijabarkan) melihat kualitas.

o   Kuantitatif : Pengukuran – pengukuran tertentu dengan angka.

©     Instrumen Pengawasan

–         Standar hasil yg direncanakan

–         Anggaran

–         Data-data statistik

–         Laporan

–         Observasi langsung

PERUBAHAN

Adalah tindakan yag tidak lagi sama dengan awalnya.

©     Perubahan organisasi

Yang berubah adalah orang, struktur, tekhnologi di dalam organisasi.

©     Karakteristik perubahan :

–         Tidak ada kepastian

–         Selalu konsisten

–         Segala sesuatu tidak dapat diprediksi (ketidakpastian)

–         Perubahan dapat menciptakan ancaman dan peluang.

©     Pandangan terhadap proses perubahan

o   Metafora “air tenang”

–         Pencairan status quo

–         Perubahan mennjadi keadaan baru

–         Pembekuan kembali keadaan baru untuk menjadi baaru/mantap.

o   Metafora arus jeram

Keadaan lingkungan yang stabil dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya.

 

©     Kategori pembuatan

o   Struktur : departemen, rentang pengawasan.

o   Tekhnologi : proses pekerjaan, metode, perlengkapan.

o   People : sikap, persepsi, kelakuan, harapan.

©     Persoalan dalam suatu perubahan organisasi

o   Budaya kebal terhadap perubahan

–         Pembentukannya kebal terhadap perubahan

–         Cenderung menjadi berurat dan berakar

o   Faktor situasi dalam perubahan budaya

–         Terjadi krisis yang dramatis

–         Pergantian kepemimpinan

–         Organisasinya muda da kecil

–         Budayanya lemah

©     Strategi mengenali perubahan budaya

–         Melakukan analisis budaya untuk mengenali unsur budaya yg

memerlukan perubahan.

–         Memberikan penerangan ttg perlunya perubahan budaya organisasi.

–         Menunjuk kepemimpinan baru yg memiliki visi baru

–         Memprakarsai reorganisasi.

–         Menyampaikan cerita atau ritual baru untuk menyampaikan visi baru.

–         Mengubah sistim nilai dan pemberian imbalan untuk mendukung nilai-nilai baru.

 

©     Persoalan dlm Perubahan Organisasi

o   Menangani Stress Karyawan

Stress adalah tekanan fisik dan psikologis yg dirasakan seseorang ketika menghadapi hambatan, tuntutan atau peluang yang luar biasa dimana hasilnya dianggap tidak pasti dan penting.

©     Perubahan Organisasi: Mengurangi Stress

–         Seleksi Karyawan

–         Hubungkan dengan Tasks, Duties, and Responsibilities (TDR’s)

–         Tinjauan pekerjaan yg realistis

–         Improvisasi Komunikasi Organisasi

–         Program perencanaan kinerja

–         Perencanaan ulang pekerjaan

–         Memberikan progam bimbingan konseling

–         Program manajemen waktu

–         Program pemulihan/kebugaran

©     Membuat Perubahan yg sukses

–         Menciptakan pernyataan perubahan yg dapat dipahami.

–         Berkomunikasi secara jujur.

–         Partisipasi karyawan sebanyak mungkin.

–         Menghormati keprihatinan karywan thd perubahan tetapi juga mendorong karyawan untuk lebih fleksibel.

–         Menyingkirkan yg menolak perubahan.

 

GLOBALISASI DAN MANAJEMEN

©     The Global Marketplace

o   Peluang dan Tantangan

–         Mengatasi perubahan mendadak dari para saingan

–         Mengetahui perubahan budaya, politik, dan ekonomi

–         Menghadapi rasa ketidakpastian, ketakutan dan kecemasan

–         Beradaptasi dengan perubahan lingkungan global

©     Global Perspective?

o   Parochialism

Pandangan sempit terhadap dunia, ketidakmampuan mengenali perbedaan.

o   Sikap Etnosentris

Pandangan bahwa Pendekatan dan praktik kerja yang terbaik adalah seperti yang ada di negara asal.

o   Sikap Polisentris

Pandangan bahwa para manajer di negeri tuan rumah

mengetahui pendekatan dan praktik kerja yang terbaik untuk menjalankan bisnis mereka.

o   Sikap Geosentris

Pandangan yang berorientasi pada dunia yg memusatkan perhatian pada penggunaan pendekatan dan orang yang terbaik dari seluruh dunia.

©     Perbedaan Jenis Organisasi Global

o   Multinational Corporation (MNC)

Perusahaan yg menyelenggarakan operasi di berbagai negara tetapi mengelola operasi dari basis negara asal (contoh: Sony).

o   Multidomestic Corporation

Perusahaan yg mendesentralisasikan manajemen dan keputusan-keputusannya pada daerah lokal.

o   Global Company

Perusahaan yg mendesentralisasikan manajemen dan

keputusan-keputusannya pada negara tuan rumah.(contoh : nestle)

o   Organisasi Tanpa Batas

Tipe organiasi global dimana hambatan geografis

buatan manusia dihilangkan.

©     Bentuk Lain Globalisasi

o   Strategic Alliances / aliansi strategik

Kemitraan antara organisasi dan perusahaan asing dimana keduanya berbagi sumber daya dan pengetahuan guna mengembangkan produk baru atau membangun fasilitas produksi (Toshiba-Siemens-IBM ” generasi baru chips komputer).

o   Joint Venture / Usaha patungan

Aliansi strategis tertentu dimana rekannya setuju utk membentuk organisasi yg terpisah dan independen untuk mencapai tujuan bisnis tertentu (Hewlett-Packard memiliki usaha yg berbeda-beda bagi peralatan komputernya))

o   Foreign Subsidiary / anak perusahaan luar negeri

Fasilitas produksi atau kantor yg terpisah dan independen.

©     Mengelola Di Lingkungan Global

o   Lingkungan politik hukum

–         Stabilitas /ketidakstabilitasan legal dan sistem politik

–         Ketidakpercayaan di dalam hukum dari bermacam bagsa.

§  Efek pada aktivitas bisnis

§  Efek pada pengiriman produk dan servis

©     Lingkungan Ekonomi

o   Sistem ekonomi

–         Ekonomi Pasar/ Market economy

Suatu sistem ekonomi dimana sumber-sumbernya terutama dimiliki dan dikontrol oleh sektor perorangan.

–         Command economy

Suatu sistem ekonomi dimana semua keputusan ekonomi direncanakan dari pemerintah pusat.

–         Monetary and Financial Factors

§  Tingkat pertukaran mata uang

§  Tingkat inflasi

§  Beragam kebijakan pajak

©     Lingkungan Budaya

o   Budaya Nasional

–         Nilai dan sikap yang dipegang oleh individu dari negara tertentu yg membentuk perilaku dan keyakinan mereka tentang apa yang dianggap penting.

 

ENTREPRENEURSHIP DAN INTRAPRENEUR

A.   ENTREPRENEURSHIP

Adalah proses dimana seorang individu/kelompok menggunakan usaha dan sarana yang dimilikinya untuk mengejar peluang dan menciptakan nilai dengan melalui inovasi dan perubahan.

Atau

Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

©     Ciri – ciri utama entrepreneurship :

a.     Menciptakan peluang

Dapat dilihat dari permasalahan. Contoh : menciptakan mobile toilet, permasalahan di Jakarta ” macet”menciptakan GoJek (Go Ojek).

b.     Inovasi

Ide baru yang berasal dari ide lama.

c.      Calculated Risk Taking

Resiko yang akan diambil. Tidak mengutamakan resiko ke depan. Resiko selalu ditempatkan dibawah.

 

©     Entrepreneurial Mindset

o   Berorientasi pada aksi

–         Mengedepankan prioritas jiwa pegusahaan.

–         Berpikir simple.

–         Selalu mencari peluang baru.

–         Mengejar peluang dengan disiplin tinggi.

–         Hanya mengambil peluang terbaik.

–         Fokus pada eksekusi.

–         Memfokuskan energi setiap orang dalam bisnis.

B.   INTRAPRENEURSHIP

Adalah karyawan dengan jiwa kewirausahaan (inovatif dan tajam dalam melihat peluang). Yang dicari adalah kemerdekaan dan akses terhadap resources.

©     Karakteristik Intrapreneur

§  Kreatif

§  Percaya diri

§  Memiliki rasa tanggung jawab

§  Team player

§  Berdedikasi tinggi

§  Optimis

§  Selalu bersyukur

§  Beraani mengambil resiko

§  Terbuka menerima hal baru

§  Berkomunikasi dengan baik

 

e-business & e-commerce

  • e-business adalah kegiatan berbisnis di internet yang tidak saja meliputi pembelian, penjualan dan jasa tapi juga meliputi pelayanan pelanggan dan kerjasama rekan bisnis (baik individual maupun instansi).
  • E-commerce adalah suatu cara berbelanja atau berdagang secara fasilitas online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver”.

 

  • Variabilitas, visibilitas dan velositas adalah 3hal penting dalam e-commerce.

 

  • System e-commerce

Diklasifikasikan menjadi 3 aplikasi yaitu :

 

  • Electronic markets (EMS)

Sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau meyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan.

Contoh : penawaran iklan melalui website.

 

  • Electronic data interchange (EDI)

Sarana untuk mengefisiensikan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi komersial.

 

  • Internet commerce

Penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan.

 

  • Karakteristik e-commerce

 

  1. Transaksi tanpa batas

Dengan internet usaha kecil dan menengah dapat transaksi 24jam tanpa batas.

 

  1. Transaksi anonym

Tidak harus bertatap muka dengan penjual.

 

  • Permasalahan e-commerce

 

  • Keamanan (security) : fround atau penipuan.
  • Regulasi atau hokum

Bagaimana status dari digital signature.

 

  • Kesiapan institusi
  • Peran pemerintah
  • Standaritas
  • Regulasi
  • Membangun dan mengelola insfratruktur
  • insetif

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s